Review Wahana Pasaman barat, jambak Prov sumatra barat RSUD Jambak Pasaman Barat Puskesmas Sukomenanti


KETERANGAN:
Fasilitas tidak ada, insentif daerah tidak ada, jaspel Rs nihil, jaspel cuma puskemas yg dapat itupun di rapel, biasanya yg dapet itu yg pas stase pertama di puskesmas, soalnya 6 bulan kemudian baru cair. Untuk yg ke 2 sama ke 3 stase puskemas udah keburu pemulangan jadi gak sempat dapet, rumah dinas tidak ada, kendaraan dinas tidak ada.



Tidak mendaftar sebagai anggota idi setempat, sering di ajak terlibat baksos, 
akses jalan menuju wahana : dari kota padang ke pasaman barat 3,5 jam jalan darat jalan mulus rapi tapi Jauh dri kota, tempat refreshing ke bukit tinggi 2,5 -3 jam jalanan berliku2. 
sumber air bersih, ada pantai, tidak ada hiburan.
biaya hidup : kosan 600/bln non AC, atau 7jtan /tahun.
Makan 15 rbuan, nasi padang, ayam penyet, soto, bakso, sate. Makanan rata2 cuma itu gak banyak pilihan. Masyarakat yang di perkotaan banyak pendatang, jadi tidak mayoritas suku minang saja disini, ada jawa, batak dll. pemikiran masyrakat sudah maju .





Rumah sakit :
Rs tipe C ada ICU, perinatologi anak, punya protap sendiri. Obat2an di apotik tergolong lengkap.
Dr spesialis:
Sp.PD 1 orang, Sp.B 3 orang, Sp.M 2 orang, Sp.A 1 orang, Sp.OG 2 orang, Sp.THT 1 org, Sp.S 1 org, Sp.An 2 org, Sp.OT 1 org, Sp.PK 1 org, Sp.P 2 org, Sp.Rad 1 ( jrg di tempat )
plus nya spesialis baik2 (lebih kejam dokter senior dari dokter spesialis). Dr spesialis sering berbagi ilmu. Terutama dr Sp.B sering buat pertemuan refreshing ilmu tiap 2 minggu sekali.
Minus ada di dokter umum senior(umum), tapi tidak semuanya. Dokter senior bnyk komen dgn cara kerja isip dan ada bbrp yg tukang lapor. Di depan manis2 di belakang suka nyalah2in dan lapor ke dr.pendamping . Pendamping (ruangan) kurang fleksible, terlalu pro sama dr.senior. Pendamping 1 org (ruangan) tidak menyenangkan. Sudah ganti stase tapi pendamping ruangan tetap mengatur2.





Di igd tugas internship pasien datang anamnesa dan periksa, ada bbrp dokrer senior kemudian periksa ulang (gak percaya). Parahnya mereka sudah anamnesa isip yg disuruh nulis rekam medis, kdg disuruh vital sign pfftttt (kaya koas). yg konsul ke spesialis dr.senior. Tidak berhak memberi terapi pasien (beberapa dr senior ada yg memperbolehkan). Jadwal igd buat sendiri. Yg jaga seluruh bangsal ada dokter isip dan senior, kl ada keluhan pasien atau lainnya, isip bs konsul ke spesialis jika sudah diizinkan sama spesialisnya.





Di bangsal pagi follow up trus ikut spesialis visit. tugas di bangsal sampe jam 2 siang, tidak ada jaga malam. Tidak boleh keluar dari tempat bangsal bahkan buat izin makan, beberapa dr senior sering suka lapor kalau isip berkeliaran dll.





Rs maupun puskesmas masuk sampai sabtu kecuali tugas igd terjadwal.
Tidak ada perhatian sedikit pun dari pemerintah atau pejabat daerah maupun pejabat RS untuk intersip.
Libur susah, uang tambahan tidak ada.





Puskesmas masuk jam 8.00 - 13.00 tiap hari. Dokter isip mengisi poli yg ada dipuskes di bantu dr. Puskemas 1 org. Puskemas ada igd dan rawatan 24 jam. Isip bergantian jadwal jaga stanby, bisa oncall. Yang jaga stanby boleh tidak masuk paginya.





Internsip benar” dimanfaatkan disini. Walaupun jam kerja diatas 40 jam, tidak akan ada uang tambahan. Rumah sakit maupun pemerintah disini pelit, tidak mau rugi.